UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh terus menghadirkan berbagai inovasi dalam memperluas ruang edukasi dan publikasi seni budaya Aceh. Salah satunya melalui program terbaru bertajuk “Haba Budaya”, sebuah podcast yang akan menjadi ruang berbagi cerita, pengalaman, wawasan, dan gagasan seputar seni dan budaya Aceh.
Program Haba Budaya dirancang sebagai media komunikasi yang lebih dekat dan fleksibel dengan masyarakat. Melalui format podcast, berbagai cerita mengenai perjalanan, karya, pemikiran, serta pengalaman para seniman dan pelaku budaya Aceh dapat diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas, khususnya kepada generasi muda.
Episode perdana Haba Budaya akan menghadirkan Medya Hus, seorang seniman tutur Aceh, sebagai narasumber. Dalam episode ini, Medya Hus akan berbagi cerita mengenai seni tutur Aceh, pengalaman dalam berkesenian, serta pandangan mengenai keberadaan dan perkembangan seni tradisi di tengah perubahan zaman.
Perbincangan tersebut akan dipandu oleh Yuli Meutuah yang akan mengajak narasumber menggali berbagai cerita dan pengalaman secara ringan, informatif, dan menarik. Kehadiran seniman tutur sebagai narasumber pada episode perdana juga menjadi bagian dari upaya Taman Seni dan Budaya Aceh untuk memperkenalkan kembali kekayaan seni tradisi Aceh kepada masyarakat melalui media yang dekat dengan perkembangan komunikasi saat ini.
Melalui Haba Budaya, Taman Seni dan Budaya Aceh tidak hanya menjadi ruang pertunjukan dan apresiasi karya, tetapi juga menjadi ruang dialog dan pertukaran pengetahuan mengenai seni dan budaya. Program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi para seniman, budayawan, komunitas, serta generasi muda untuk berbagi cerita dan memperkenalkan berbagai potensi seni budaya Aceh.
Haba Budaya akan segera tayang melalui YouTube Taman Seni dan Budaya Aceh. Masyarakat dapat mengikuti episode perdana dan menyaksikan percakapan menarik bersama Medya Hus yang dipandu oleh Yuli Meutuah.
Melalui program ini, Taman Seni dan Budaya Aceh berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan media sekaligus memperkuat perannya sebagai ruang edukasi, apresiasi, dan publikasi seni budaya Aceh.
Kembali ke Daftar Artikel