Banda Aceh, 21 Oktober 2026 – Komunitas Sound System Aceh menggelar kegiatan Workshop dan Parade Sound System yang berlangsung pada 21–22 Oktober 2026 di Panggung Arena Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi bagi para pegiat sound system di Aceh sekaligus sarana berbagi pengetahuan dan meningkatkan kualitas tata suara dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu malam, 21 Oktober 2026, dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan ceramah islami oleh Ustaz Umar Ismail. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah serta menumbuhkan nilai-nilai keislaman di tengah komunitas sound system dan masyarakat yang hadir.
Selain kegiatan keagamaan, acara ini juga menghadirkan workshop tata suara dengan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang sound system. Salah satunya adalah Surya Okta, yang pernah berpengalaman sebagai soundman di Istana Negara. Melalui workshop ini, para peserta memperoleh pengetahuan mengenai teknik pengaturan dan penataan sistem suara yang tepat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kegiatan dakwah, penggunaan pengeras suara di masjid, hingga penyelenggaraan berbagai acara dan pertunjukan.
Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para pegiat sound system mengenai pentingnya kualitas suara yang jernih, seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan ruang maupun kegiatan. Pengaturan tata suara yang tepat tidak hanya mendukung penyampaian pesan secara optimal, tetapi juga membantu mengurangi kebisingan yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat di lingkungan sekitar.
Pada Kamis, 22 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan workshop dan parade sound system. Rangkaian acara kemudian diisi dengan perlombaan yang terbagi dalam dua kategori, yaitu Clarity, yang menitikberatkan pada kejernihan dan kualitas suara, serta SPL Audio, yang berfokus pada tingkat tekanan suara atau Sound Pressure Level. Kedua kategori tersebut menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan, kualitas perangkat, serta ketepatan pengaturan sistem audio yang digunakan.
Melalui kegiatan ini, para pegiat dan praktisi sound system di Aceh diharapkan dapat saling bertukar pengalaman, memperluas wawasan teknis, serta membangun kolaborasi yang positif dalam mengembangkan bidang tata suara. Kegiatan ini juga menjadi langkah untuk mendorong penerapan standar pengaturan suara yang lebih baik, sehingga penggunaan sound system dapat memberikan manfaat secara optimal tanpa mengabaikan kenyamanan dan ketertiban lingkungan.
Kembali ke Daftar Artikel