Panoptycon
Tentang Acara
PANOPTYCON
Kita diawasi, jaga sikap dan perbuatanmu.
Dalam ruang yang gelap dan sunyi, sepasang mata menatap tanpa berkedip. Ia hadir tanpa suara, tanpa wajah yang jelas, namun terasa nyata. Panoptycon adalah pertunjukan teater yang mengangkat realitas kehidupan manusia di bawah bayang-bayang pengawasan—sebuah kondisi di mana rasa takut, kepatuhan, dan kontrol perlahan menjadi bagian dari keseharian.
Berangkat dari konsep panoptikon, pertunjukan ini menelusuri bagaimana kekuasaan bekerja tidak hanya melalui kekerasan, tetapi melalui rasa “diawasi”. Ketika manusia percaya bahwa setiap geraknya diperhatikan, maka ia mulai mengatur dirinya sendiri—menjaga sikap, menahan perbuatan, dan membatasi kebebasan atas nama keteraturan.
Melalui simbol, gestur tubuh, dialog yang tajam, serta atmosfer visual yang menekan, Panoptycon menghadirkan potret manusia yang terperangkap: antara keinginan untuk bebas dan ketakutan akan konsekuensi. Jeruji bukan hanya benda fisik, tetapi juga hadir dalam pikiran, keyakinan, dan norma yang tak kasat mata.
Pertunjukan ini mengajak penonton untuk bertanya:
Apakah kita berbuat baik karena kesadaran, atau karena takut diawasi?
Apakah kebebasan masih ada ketika mata kekuasaan selalu terasa dekat?
Panoptycon bukan sekadar tontonan, melainkan pengalaman reflektif—sebuah cermin bagi penonton untuk melihat kembali sikap, moral, dan peran diri dalam sistem sosial yang terus mengawasi dan menghakimi.
📅 22 Juni 2025
🕗 Pukul 20.00 WIB
📍 Indoor – UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh
Naskah: Azhadi Akbar
Director: Mak Nurul
Saksikan sebuah pertunjukan teater yang intens, simbolik, dan menggugah kesadaran—karena dalam gelap sekalipun, kita mungkin tidak pernah benar-benar sendiri.
Gratis Masuk
Acara Ini Gratis
Tidak perlu tiket untuk menghadiri acara ini. Datang dan nikmati acaranya!